Distribusi
Database
Sebelum saya membahas lebih Distribusi
Database lebih lanjut,alangkah baiknya kita mengenal apa itu yang dinamakan
database.Secara teori Database adalah suatu sistem yang memproses input data
menjadi output yaitu informasi yang diinginkan.Untuk memperoleh Database yang
handal perlu diperhatikan hal-hal seperti keamanan data,kualitas data,kemudahan
akses,kemudahan pengolahan data,dan kemungkinan untuk pengembangan Database
tersebut.
Nah,setelah kita memahami apa yang dinamakan database,sekarang
kita akan melanjutkan membahas Database Distribusi.Database terdistribusi adalah sebuah database yang diatur oleh sebuah Database Management System (DBMS) yang tersimpan secara fisik pada beberapa komputer yang terdapat pada beberapa lokasi dengan terkoneksi pada sebuah jaringan.Jaringan tersebut harus bisa menyediakan akses bagi user untuk melakukan sharing data.Terdapat dua macam sifat dari database terdistribusi,yaitu :
1. Heterogenous
dan Homogenous. Homogenous artinya suatu database terdistribusi dimana data di
distribusikan pada beberapa komputer dengan menggunakan DBMS(database
management system) yang sama. DBMS digunakan pada database terdistribusi untuk melakukan
koordinasi data pada beberapa node.
2. Heterogenous
adalah kebalikan dari Homogenous dimana data di sebarkan dengan menggunakan
DBMS yang berbeda.
Untuk menjaga agar basis data yang terdistribusi tetap up-to-date, ada dua proses untuk menjaganya, yakni replikasi dan duplikasi. Dalam replikasi, digunakan suatu perangkat lunak untuk mencari — atau lebih tepatnya melacak — perubahan yang terjadi di satu basis data. Setelah perubahan dalam satu basis data teridentifikasi dan diketahui, baru kemudian dilakukan perubahan agar semua basis data sama satu dengan yang lainnya. Proses replikasi memakan waktu yang lama dan membebani komputer karena kompleksitas prosesnya. Sementara itu, proses duplikasi tidak sama dan tidak sekompleks replikasi. Dalam proses ini, satu basis data dijadikan master, kemudian diperbanyak menjadi sejumlah duplikat. Selama proses duplikasi berlangsung, perubahan hanya boleh dilakukan pada basis data master agar data lokal tidak tertimpa.
Karakteristik database terdistribusi yaitu :
- Kumpulan data yang digunakan bersama secara logic tersebar pada sejumlah computer yang berbeda
- Komputer yang dihubungkan menggunakan jaringan komunikasi.
- Data pada masing-masing situs dapat menangani aplikasi-aplikasi local secara otonom.
- Data pada masing situs di bawah kendali satu DBMS.
- Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu aplikasi global.
Keuntungan Distribusi Database
- Pengawasan distribusi dan pengambilan data Jika beberpa site yang berbeda dihubungkan, seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data pada site lain.
- Reliability dan availability Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site sendiri atau mata rantai komunikasi antar site.
- Kecepatan pemrosesan query Contoh : jika site-site gagal dalam sebuah sistem terdistribusi, site lainnya dapat melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site.
- Otonomi lokal Pendistribusian sistem mengijinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan.
- Efisiensi dan fleksibel Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik diman data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disain, atau salinannya dapat dihapus.
Kekurangan Distribusi Database
- Harga softwarenya mahal
- Kompleksitas Site-site beroperasi secara paralel sehingga lebih sulit untuk menjamin kebenaran dan algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui.
- Biaya pemrosesan tinggi Perubahan pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site.
- Sulit menjaga keutuhan data Banyaknya pengaksesan data membuat kurangnya sekuritas terhadap data yang telah terdistribusi.
- Kurangnya standar Tidak ada tool atau metodologi untuk membantu user mengubah database terpusat ke database terdistribusi.
- Kurang pengalaman Sistem DB terdistribusi bertujuan umum (generalpurpose) tidak sering digunakan. Yang digunakan adalah sistem prototype yang dibuat untuk satu aplikasi
- Perancangan basis data lebih kompleks Sebelumnya menjadi keuntungan. Tetapi karena distribusi menyebabkan masalah sinkronisasi dan koordinasi, kontrol terdistribusi menjadi kerugian atau kekurangan di masalah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar